Pentingnya bahasa dalam pergaulan sehari-hari dan kegiatan akademik.

Pentingnya bahasa dalam pergaulan sehari-hari dan kegiatan akademik.
Suatu saat di kegiatan perkuliahan, terdapat mata kuliah yang sangat penting (menurut penulis dan pengamatan beberapa rekan). Sangat menentukan pemahaman individu mahasiswa akan pemahaman ilmu kejuruan yang diambil di Universitas tersebut. Melihat keadaan ini pengurus Jurusan menyarankan kepada para dosen pada kesempatan rapat untuk mengintensifkan matakuliah, namun terbentur dengan aturan KBK, yang intinya menganggap mahasiswa adalah individu yang dewasa yang tidak lagi dijejali pengetahuan, namun individu tersebut harus aktif mencari informasi sebanyak-banyaknya.
Oleh karena itu disusun aturan yang mengharuskan Mahasiswa untuk 100% datang pada pratikum dan 80% untuk matakuliah selain praktikum. Aturan ini dinilai kebanyakan mahasiswa memberatkan, karena sebagian mereka berpendapat bahwa, jika seseorang dapat mengerjakan test dengan benar (lulus kualifikasi Huruf Mutu) maka ia dapat melanjutkan ke mata kuliah selanjutnya yang notabenenya prasyarat mata kuliah tadi. Namun alasan itu dipandang tidak koheren dengan perkembangan yang diharapkan.
Mahasiswa melakukan trik-trik dalam melakukan pemenuhan kuota kehadiran tadi dengan beragam cara. Diantaranya dengan memalsukan tanda tangan melalui kawan, menandatangani beberapa hari kedepan dan menghadiri matakuliah tersebut, namun setelah pengabsenan dilakukan mahasiswa keluar untuk tidak mengikuti kegiatan belajr mengajar.
Disini masih terdapat missasumsi mengenai kehadiran, kehadiran yang dimaksud itu yang seperti apa. Kehadiran yang hanya memenuhi kuota atau kehadiran yang benar-benar hakiki, yaitu kehadiran yang ditujukan untuk perkembangan pendidikan kemasa depan atau kehadiran yang administrative.
Sudah seharusnya peraturan disusun untuk menyempurnakan kelemahan yang menjadi dasar pembuatan peraturan tersebut, bukan untuk sekedar menjalankan tujuan bayangan yang tak terlihat ketika penyusunan aturan dibuat, atau bahkan penyelenggara pendidikan sudah bosan dengan rutinitas yang sudah diketahui kelemahaannya.
Mari masyarakat, bangsa Indonesia kita tingkatkan kesadaran berpendidikan yang berkualitas demi terwujudnya cita-cita berdirinya bangsa Indonesia, tanpa terkontaminasi lingkungan yang tidak sepenuhnya steril ini.

~ oleh ismoyo87agung pada Oktober 25, 2009.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: