Delta problem

•Oktober 27, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

KPK dan kepolisian plus kejaksaan bertikai.
Ad dugaan saling curiga antar institusi tsb.
Atau mgkn ad adu domba,agar 3pilar ini tak mampu focus

cara membuat kompos

•Oktober 27, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

Oleh : Ismoyo Agung Nugroho

 

Usaha di sector pertanian di Indonesia saat ini sangat menguntungkan, terlebih dengan iklim usaha,regulasi dan alam yang mendukung. Indonesia merupakan negara Agraris, yang mayoritas masyarakatnya hidup bergantung pada sector pertanian. Pertanian di Indonesia sangat diprioritaskan menjadi pilar bangsa ini. Seperti yang dilansir media pemberitaan waktu lalu memberitakan bahwa bangsa Indonesia telah mencapai swasembada beras, setelah 1987 lalu kita mencapainya.

Pertanian sangat erat berkaitan dengan kondisi alam dan manajemen pertanian itu sendiri. Petani Indonesia sangat tergantung sekali dengan hujan, untuk mengusahakan pertaniannya. Masa tersebut digunakan petani untuk mengusahakan tanaman pertanian yang resisten terhadap cekaman air atau lahan tersebut diberakan oleh petani (petani maju) untuk merekondisi kandungan  hara yang sudah terangkut panen.

Untuk meningkatkan produktifitas hasil pertanian system bera memang dianjurkan namun tidak optimal, karena ada jeda waktu lahan tanpa tanaman. Keadaan tersebut sangat merugikan petani untuk mengambil manfaat dari lahannya. Kompos merupakan solusi terbaik dari masalah ini. Kompos mampu menyediakan hara dalam jumlah yang berimbang. Kompos juga tidak meninggalkan residu racun seperti pupuk kimia lain. Kompos sangat ramah lingkungan karena dibuat dari bahan baku yang terdapat dialam dan dengan pengaplikasian kompos ini perputaran hara yang diambil pada saat panen akan ditutupi oleh pemberian compost. Kompos juga sebagai jawaban atas pengurangan emisi karbon yang menyebabkan gas rumah kaca. Kompos lebih memiliki kandungan hara yang tinggi dibandingkan pupuk kandang secara umum. Perbandingan tersebut dapat dilihat pada gambar dibawah ini :

Kompos Pupuk Kandang
Nutrisi Nilai Kandungan Nutrisi Nilai Kandungan
N 0.62 N 0.4
P 0.06 P 0.2
K 1.15 K 0.43
C/N 23 C/N ~

(sumber : Sutejo. 1999 Rineka cipta Jakarta)

Kompos merupakan pupuk organik yang berasal dari sisa tanaman dan kotoran hewan yang telah mengalami proses dekomposisi atau pelapukan yang mampu menyuburkan tanah secara berkelanjutan dan tidak mencemari lingkungan. Bahan organic mengandung komponen unsur-unsur hara yang relative lengkap dan seimbang untuk tanaman. Bahan organic sangat baik menjaga tanah dari degradasi kesuburan tanah. Bahan organik pun banyak sekali ditemukan disekitar kita, seperti sisa-sisa tumbuhan dan hewan yang telah mati.

 

Untuk mengetahui perubahan-perubahan yang terjadi selama proses pengomposan kompos yaitu

  • Penguraian hydrat arang,selulosa, hemiselulosa dan lain-lain menjadi air dan oksigen
  • Penguraian zat putih telur melalui amida-amida dan asam-asam amino menjadi amoniak, karbondioksida dan air
  • Pengikatan beberapa jenis unsur hara didalam tubuh jasad renik, terutama nitrogen disamping fosfor, kalium dan lain-lain yang akan terlepas kembali bila jasad tersebut telah mati
  • Pembebasan unsur-unsur hara dari senyawa organis menjadi senyawa anorganis yang tersedia bagi tanaman
  • Penguraian lemak dan lilin menjadi karbon dioksida dan air.

Oleh sebab perubahan tesebut berat dan isi bahan kompos tersebut menjadi sangat berkurang. Sebagian besar dari senyawa arang hilang keudara.

Dalam proses pengomposan kompos yaitu proses penguraian kompos, berlangsungnya penguraian bahan baku tersebut dipengaruhi oleh :

  • Kandungan lignin : makin banyak zat pada bahan baku kompos mengandung lignin maka proses penguraiannya berjalan semakin lambat.
  • Ukuran bahan : semakin kecil ukuran bahan baku kompos maka penguraian kompos tersebut berlangsung semakin cepat
  • Kandungan nitrogen (N) : semakin banyak bahan baku tersebut mengandung senyawa nitrogen maka semakin cepat mengalami dekomposisi, karena mikroorganisme sangat memerlukan N dalam proses penguraianya.
  • pH : kapur atau abu dapur dapat menjaga tumpukan kompos mengalami penurunan pH yang tajam
  • cukup air dan oksigen : bila tumpukan kompos kekurangan air maka kompos tersebut akan ditumbuhi cendawan, sebaliknya jika terlalu banyak air maka kondisi tumpukan akan anaerobic dan kondisi ini sangat tidak menguntungkan mikroorganisme untuk mengurai kompos tersebut.
  • Suhu optimal dipertahankan pada 30 – 45o C
  • Semakin heterogen bahan baku yang digunakan maka kecepatan penguraian kompos berjalan lebih cepat.

Berikut ini cara praktis pembuatan kompos :

  • Pilih tempat penampungan kompos yang memiliki permukaan datar serta drainase yang baik. Pilih tempat yang strategis agar memudahkan kita dalam emndistribusi bahan baku atau pemanenan kompos
  • Ukuran bak untuk membuat bedengan kompos adalah lebar ± 1,5 m, panjang ± 3 m dan tinggi 1,2 m atau disesuaikan kebutuhan anda namun disesuaikan proporsi dengan tempat dan target produksi.

Buat atap penutup agar tidak tergenang jika terjadi hujan

  • Buatlah mula-mula tupukan dari sisa-sisa missal ampas pertanian seperti jerami, tongkol dan batang jagung sebagai alas tumpukan, lalu letakkan rerumputan secara merata setebal ± 15 cm, kemudian dilapisi kotoran kandang yang telah dicampur tanah tanah dan abu dapur. Tiap-tiap lapisan diberi air dengan cara dicipratkan secukupnya. Terus ulangi lapisan tersebut sampai ketinggian 1,2 m. jagalah agar bedengan tetap lembab namun tidak becek.
  • Kompos yang baik akan menampakkan kenaikan temperature pada minggu 3 -4. Setelah itu mulai temperature mulai menurun dan setiap minggu kompos dibalik untuk melancarkan sirkulasi udara.
  • Untuk mengetahui keadaan pemanasan dalam kompos, gunakanlah kayu yang kering dan halus. Masukan kedalam tumpukan dan diamkam selama 10 menit, angkat lalu sentuh, bila kayu tersebut lembab dan terasa hangat berarti proses kompos berjalan normal dan baik. Jika sebaliknya maka ulang kembali proses pengomposan. Setelah satu bulan proses penurunan suhu, maka sudah siap digunakan.

Ciri-ciri kompos yang baik yaitu :

  • Bewarna coklat kehitaman
  • Berstruktur remah
  • Berkonsistensi gembur
  • Tidak berbau menyengat

Kompos sangat baik untuk pupuk tanaman baik sayuran maupun buah-buahan. Pada umumnya digunakan ± 5 Kg untuk tiap m2 tanah yang akan dipupuk. Selamat mencoba

 

GP

•Oktober 25, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

Rossi jd juara dunia.wlaupun Rossi di posisi ke 3.urutan pertama ditempati Stoner di susul pedrosa.

Pentingnya bahasa dalam pergaulan sehari-hari dan kegiatan akademik.

•Oktober 25, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

Pentingnya bahasa dalam pergaulan sehari-hari dan kegiatan akademik.
Suatu saat di kegiatan perkuliahan, terdapat mata kuliah yang sangat penting (menurut penulis dan pengamatan beberapa rekan). Sangat menentukan pemahaman individu mahasiswa akan pemahaman ilmu kejuruan yang diambil di Universitas tersebut. Melihat keadaan ini pengurus Jurusan menyarankan kepada para dosen pada kesempatan rapat untuk mengintensifkan matakuliah, namun terbentur dengan aturan KBK, yang intinya menganggap mahasiswa adalah individu yang dewasa yang tidak lagi dijejali pengetahuan, namun individu tersebut harus aktif mencari informasi sebanyak-banyaknya.
Oleh karena itu disusun aturan yang mengharuskan Mahasiswa untuk 100% datang pada pratikum dan 80% untuk matakuliah selain praktikum. Aturan ini dinilai kebanyakan mahasiswa memberatkan, karena sebagian mereka berpendapat bahwa, jika seseorang dapat mengerjakan test dengan benar (lulus kualifikasi Huruf Mutu) maka ia dapat melanjutkan ke mata kuliah selanjutnya yang notabenenya prasyarat mata kuliah tadi. Namun alasan itu dipandang tidak koheren dengan perkembangan yang diharapkan.
Mahasiswa melakukan trik-trik dalam melakukan pemenuhan kuota kehadiran tadi dengan beragam cara. Diantaranya dengan memalsukan tanda tangan melalui kawan, menandatangani beberapa hari kedepan dan menghadiri matakuliah tersebut, namun setelah pengabsenan dilakukan mahasiswa keluar untuk tidak mengikuti kegiatan belajr mengajar.
Disini masih terdapat missasumsi mengenai kehadiran, kehadiran yang dimaksud itu yang seperti apa. Kehadiran yang hanya memenuhi kuota atau kehadiran yang benar-benar hakiki, yaitu kehadiran yang ditujukan untuk perkembangan pendidikan kemasa depan atau kehadiran yang administrative.
Sudah seharusnya peraturan disusun untuk menyempurnakan kelemahan yang menjadi dasar pembuatan peraturan tersebut, bukan untuk sekedar menjalankan tujuan bayangan yang tak terlihat ketika penyusunan aturan dibuat, atau bahkan penyelenggara pendidikan sudah bosan dengan rutinitas yang sudah diketahui kelemahaannya.
Mari masyarakat, bangsa Indonesia kita tingkatkan kesadaran berpendidikan yang berkualitas demi terwujudnya cita-cita berdirinya bangsa Indonesia, tanpa terkontaminasi lingkungan yang tidak sepenuhnya steril ini.

Irit mana ya sedan dengan MPV

•Oktober 24, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

Hello world!

•Oktober 24, 2009 • 1 Komentar

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.